“Bagaimana jika aku terlahir untuk jadi jomblo abadi?”

Pertanyaan ini mungkin sesekali mampir dalam benak Anda. Terutama jika Anda sudah lewat usia remaja dan masih belum pernah merasakan asmara… yang tidak bertepuk sebelah tangan.

Adakah cara untuk menghindari kemungkinan diri menjadi jomblo abadi?

Ada.

Caranya… Let it go.

Nggak usah mikir apakah Anda akan menemukan pasangan atau nggak. Fokuskan energi pada membahagiakan hati tanpa peran orang lain. Kalo Anda nggak bisa membahagiakan diri sendiri, well… Wong Anda sendiri aja nggak bisa, orang lain ya jelas lebih nggak bisa lagi! Dan…

Bagaimana Anda akan membahagiakan orang lain kalo membahagiakan diri sendiri aja belum pengalaman?

Orang yang happy itu lebih menarik. It’s true. Sama menariknya dengan orang-orang yang gloomy. Karena pada dasarnya keduanya sama-sama fokus pada dirinya sendiri. Yang satu fokus pada kebahagiaannya, sedang yang ke dua, fokus pada penderitaannya. Bukan fokus pada orang lain.

Lebih jauh lagi, si happy menarik bagi orang-orang positif, yang ingin hidupnya lebih bahagia lagi, yang ingin maju, berkembang, yang ingin sukses. Sedang si gloomy seringnya lebih menarik bagi kaum martyr, losers, orang-orang yang sebetulnya nggak becus ngurusin hidupnya sendiri tapi berpikir ia akan sukses ngurusin hidupnya orang lain.

Anda mau jadi si happy atau yang satunya, terserah. Yang saya sarankan, kalo sampe hari ini Anda masih jomblo: nggak usah sibuk nyari pasangan. Nggak perlu meratapi nasib. Nggak usah sibuk mengintai makhluk idaman Anda. Silahkan intai dia jika Anda yakin dia juga sedang mengintai Anda. Silahkan mikirin gimana cara memenangkan hatinya, jika dia juga sibuk mencari cara memenangkan hati Anda. Silahkan bahagiakan dia, jika dia juga membahagiakan Anda.

Ketahuilah wahai saudaraku, dunia ini memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri. Jika kita menafikkan diri sendiri, maka wajar kalo kita dinafikkan oleh dunia…

0 comments

Bagikan pengalamanmu!