Kapan lalu waktu lagi di percetakan, tanpa sengaja saya ketemu seorang kenalan. Dia nyapa, saya lupa dia siapa. Setelah dia cerita kisah indah di antara kita, saya baru ingat. 

Kenalnya gara-gara dia galau soal bisnis kaos distronya mandeg. Trus ngajak ketemuan untuk konsultasi. *sok keren

Oke, untuk curhat.

Ratusan kaos dan merchandise yang sudah terlanjur diadakan sudah diusahakan laku, dengan semua cara yang dia tau, tapi gak ada yang laku. Kalo semua cara sudah dijajal, saya gak punya solusi selain SABAR dan TEKUN.
Saya tau itu solusi paling gak asik, terutama kalo kaitannya dengan bisnis. Tapi gimana lagi? Semua sudah dia jalani, segala cara sudah dia coba. Nggak ada cara yang bisa membuat bisnisnya jalan sesuai harapan. Jadi ya mungkin memang ini kegagalan. Ini buah mengkudu yang harus dikunyah mentah-mentah karena dari awal buka bisnis, menurut saya, dia sudah banyak salah ambil keputusan.

1. Dia buka karena ikut trend…

Jaman itu, di Blitar memang lagi booming bisnis kaos distro. Sampe hari ini pun di dekat tempat saya tinggal aja sudah ada 5 toko kaos distro. Hampir di setiap ruas jalan ada toko kaos distro. Dan hampir semuanya sepi-sepi aja. Cuma satu-dua yang rame. Seharusnya dia liat kenyataan ini: bisnis distro hanya asik untuk beberapa orang. Sedang lainnya sepi.

Nah… Kenapa kok sepi? Bagaimana distro-distro itu bertahan hidup dalam kesepian? Apa rahasianya? Seharusnya dia jawab dulu pertanyaan-pertanyaan ini sebelum dia memulai bisnisnya itu.

2. Lokasi nggak strategis…

Lokasi tokonya memang di pinggir jalan besar. Tapi jalan besar yang sepi. Jauh pula dari pusat keramaian. Nggak deket sekolahan, lapangan olahraga, atau tempat-tempat lain yang sekiranya banyak anak mudanya. Dan, pusat-pusat kawula muda di Blitar sudah dikerubung bisnis distro. Segala macam kaos distro ada. Kalo kastamer musti motoran lagi untuk belanja ke distronya si kenalan saya ini, kan males… Wong di deket tempat nongkrong mereka ada beraneka rasa kaos distro.

3. Terlalu berani…

Mungkin bukan terlalu berani, tapi terlalu tinggi khayalannya. Nggak realistis. Nyetak ratusan produk tanpa liat bisnis-bisnis para tetangga laku berapa kaos per taun. Kenyataan sekitar: sepiiii…

Jadi yah saya cuma berharap dia bisa anggap ini pelajaran. Pelajarannya, lain kali kalo mau buka bisnis, musti realistis. Musti cermat berhitung sebelum bertindak.

Nah, saya lihat dia punya keahlian airbrush. Semua bisa dia airbrush. Trus daripada dia galau soal kaosnya, saya tunjukin dinding dan lantai airbrush sekaligus prospek bisnisnya.

Ide bisnis kreatif tanpa modal
Something like this

Waktu itu di wilayah Blitar dan sekitarnya belum ada tim airbrush yang jalan di bidang interior design. Nah dia punya tim, punya skill, kenapa nggak main di situ aja? Daripada nyetak kaos ratusan belum tentu laku, mending ngeprint ratusan proposal, trus kirim ke hotel-hotel, restoran dan kantor-kantor… Meski proposal kita gak dihiraukan satu pihak pun, ruginya gak seberapa. Iya kan? Kalo, misal, andai langkah pertama ini sukses, selanjutnya bisa merambah ke dinding dan lantai rumah tinggal dengan sendirinya. Gak pake proposal-proposalan lagi.
Matanya langsung lebar. Excited. And yes, sekarang dia sukses di bidang itu. Ng-airbrush tembok. Ng-airbrush lantai. Dia happy. Anak istrinya happy. Hapenya juga sudah ganti. Ihiyyy! Tadinya kalo ngontak saya cuma bisa lewat SMS, sekarang sudah bisa WhatsApp. Keren kan?

Biasa aja sih… Hehe…

Anyway yah… kadang untuk sukses itu cuma butuh ide. Dan tentu saja, kalo sudah dapat ide, musti SEMANGAT.

Bagikan pengalamanmu!