Setan penebar kemiskinan merajalela. Yang dulunya tajir sekarang sambat. Mereka yang tadinya lumayan mapan jadi miskin. Yang dari sononya miskin sekarang mulai tertarik pada tali jemuran. Dan resep pereda nyeri hati kita: “mengalir saja seperti air…”

Yang adem, tenang, ikuti alurnya, karena samuderanya nggak akan pergi ke mana-mana.

Saya pernah tinggal di desa yang ada sungainya. Pada bagian tertentu memang airnya tenang, kayak genangan aja meskipun sebetulnya juga mengalir. Karena airnya dalam.

Di bagian lain, sungainya nggak pernah tenang, selalu ribut. Ketabrak kerikil dia berisik. Ketabrak tai dia berisik. Karena apa? Karena airnya dangkal.

Maka harap maklum kalo orang lagi kere itu gampang kesel, gampang tersinggung, gampang mutung. Mengharapkan orang kere bisa adem ayem itu seperti mengharap macan jadi vegetarian. Mungkin bisa tapi juga mungkin tak mungkin…

Kalo mau nasehatin temen yang lagi kere, jangan untuk mengalir saja seperti air, karena mereka sudah mengalir seperti air… Air dangkal. Nasehatin lah mereka untuk mengalir seperti entut. Meski kondisi nggak mengijinkan, meski silit berusaha bungkam, entut tetap bakal keluar kalo dia mau keluar. Dan ketika dia sudah keluar, dia bebas, dia merdeka.

Bagikan pengalamanmu!