KISAH 1

Sejak kecil Leli selalu jadi anak yang ‘terlupakan’ dalam keluarganya. Ide, perasaan dan kehadiran Leli nggak pernah lebih penting dibanding ide, perasaan dan kehadiran saudara-saudaranya. Tapi semua seakan berubah ketika Lely dan saudara-saudaranya sudah pada dewasa. Leli menjadi penting. Leli jadi kesayangan orangtuanya.

Leli pikir orangtuanya sudah berubah. Tapi ternyata nggak demikian adanya…

Setiap musim libur Lebaran, saudara-saudaranya yang kini tinggal di kota-kota yang jauh pada pulang ke rumah orangtua mereka, yang juga orangtua Leli. Seminggu dua minggu mereka tinggal di situ, selama itu pulalah Leli jadi semacam nggak penting lagi.


Leli pikir itu wajar karena nggak setiap hari juga orangtuanya bisa ketemu anak-anaknya yang bukan Leli. Sedang untuk bertemu Leli, mereka bisa datang ke rumah Leli sewaktu-waktu secara Leli masih hidup di kota kelahirannya itu.

KISAH 2

Feri pernah jatuh cinta pada Gina pada pandangan pertama. Dan itu terjadi sekitar 16 tahun yang lalu, waktu mereka berdua masih sama-sama single. Gina cantik dan seksi, kalo urusan cinta, Gina tinggal pilih aja yang dia suka. Tapi dia nggak pernah memilih Feri. 

Kini Feri sudah berkeluarga dan bahagia dengan perempuan yang mencintainya. Gina, masih single dan karena faktor U, Gina sudah nggak punya pilihan cinta sebanyak dulu. Dulu puluhan, sekarang ada satu aja sujud syukur!

Pada suatu siang, tanpa sengaja Feri dan Gina bertemu lagi. Sejak itu, Gina mendekatkan diri pada Feri meski dia tau, Feri sudah berumahtangga. Feri melambung, berpikir bahwa akhirnya Gina bisa melihat kualitas Feri yang sesungguhnya. Dan bahwa meski sudah beristri, nilainya sebagai seorang laki-laki tak berkurang atau mungkin malah bertambah.

*****


Leli adalah last resort bagi kedua orangtuanya. Feri juga last resort, bagi perempuan yang pernah dicintainya. Gina. Feri dan Leli sepertinya sudah bahagia pegang ‘jabatan‘ itu. Mungkin Anda juga sudah bahagia misal Anda di posisi mereka?

Tapi… Jadi orang yang dicari ketika nggak ada lainnya. Jadi gaplek ketika beras sedang langka. Apa kerennya? Coba pikir kira-kira seberapa ‘harga‘ kita kalo kita cuma dipertimbangkan ketika mereka/dia sudah nggak ada pilihan lain?

Sekarang coba diingat siapa aja orang dalam hidup Anda yang menempatkan Anda sebagai last resort. Buang orang-orang itu ke laut selatan. Biar jadi makanan hiu. Atau jadikan mereka last resort Anda. Jangan diprioritaskan, jangan diutamakan, jangan dianggap penting. Karena selama ini mereka nggak menghargai Anda seperti Anda menghargai mereka.

Buang. Kecuali kalo Anda merasa pantas duduk di posisi last resort… merasa pantas jadi pilihan terakhir… silahkan diteruskan.

Bagikan pengalamanmu!